Prabowo Janji Hapus Outsourcing di Hadapan Buruh: Harapan atau Janji Kosong?

by -176 Views

Presiden Prabowo Subianto berjanji untuk segera menghapus sistem outsourcing dalam aksi hari buruh internasional. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam acara di Monas, di mana Prabowo menegaskan pentingnya menjaga kepentingan para investor sambil memperhatikan kesejahteraan kelas pekerja. Sebagai tanggapan atas tuntutan elemen buruh, Prabowo berjanji akan membahas dan mempelajari pembahasan mengenai penghapusan outsourcing dengan Dewan Kesejahteraan Nasional.

Enam poin tuntutan buruh dalam peringatan May Day termasuk penghapusan outsourcing, pembentukan Satgas PHK, upah yang layak, perlindungan buruh melalui RUU Ketenagakerjaan baru, persetujuan RUU PPRT untuk melindungi Pekerja Rumah Tangga, dan perampasan aset untuk memberantas korupsi. Selain di Jakarta, acara peringatan May Day juga diadakan serentak di berbagai daerah di Indonesia, di mana lebih dari 1 juta buruh di 15 kabupaten/kota berpartisipasi dalam aksi tersebut. Prabowo juga berencana mengadakan pertemuan antara pimpinan buruh dan perusahaan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Keseluruhan, peringatan May Day menjadi panggung bagi elemen buruh untuk menyuarakan tuntutan mereka, sambil menjaga kerja sama yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan kelas pekerja. Tindakan yang diambil oleh Prabowo sebagai Presiden mencerminkan komitmennya untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia dalam jangka panjang.

Source link