Arahan Wamen Dikti: Mahasiswa RI Kuliah di AS

by

Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan penangguhan sementara proses penerbitan visa bagi pelajar asing. Keputusan ini diambil dalam konteks meningkatnya ketegangan antara Presiden Donald Trump dan sejumlah universitas terkemuka seperti Harvard. Di tengah situasi ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, memberikan imbauan kepada mahasiswa Indonesia yang saat ini berada di AS dengan visa F, M, dan J untuk tidak bepergian ke luar AS sampai ada kejelasan lebih lanjut dari pihak otoritas imigrasi setempat.

Stella mengungkapkan bahwa mahasiswa Indonesia yang sudah berada di AS dengan jenis visa tersebut sebaiknya menunda rencana perjalanan mereka hingga situasi lebih terang. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sedang berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kelangsungan studi para penerima beasiswa Kemendikti-Saintek. Beberapa usaha yang tengah ditempuh antara lain adalah mencari alternatif studi di perguruan tinggi terkemuka di negara lain serta mempertimbangkan opsi untuk melanjutkan studi di kampus-kampus terbaik di dalam negeri.

Sementara itu, perseteruan antara Presiden Trump dan Harvard berkaitan langsung dengan demonstrasi pro-Palestina di kampus Harvard. Trump meminta data mahasiswa asing dari Harvard, termasuk informasi seputar latar belakang kriminal dan aktivitas politik mereka. Namun, Harvard menolak permintaan ini karena dianggap melanggar prinsip Amandemen Pertama Konstitusi AS. Sebagai respons, Trump berusaha membatasi pendanaan federal ke Harvard dan mengancam mencabut status bebas pajak universitas tersebut. Meskipun demikian, pengadilan federal menghalangi upaya Trump untuk melarang Harvard menerima mahasiswa asing sepenuhnya.

Selain itu, AS juga berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap media sosial calon pemegang visa. Panduan terbaru terkait hal ini disebutkan akan segera dirilis dalam waktu dekat. Langkah pembatasan visa ini menuai kritik dari berbagai pihak mengingat mahasiswa asing memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan universitas di AS. Beberapa kampus bergantung pada mahasiswa asing sebagai sumber utama penerimaan uang kuliah penuh. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim telah mencabut lebih dari 300 visa, termasuk visa seorang mahasiswa doktoral asal Turki di Tufts University, yang diduga ingin dicabut karena menulis esai yang menyoroti hak-hak Palestina.

Source link