Demo Besar-besaran Warga AS Lawan Trump: Gerakan No Kings

by

Jutaan orang di Amerika Serikat turun ke jalan dalam protes ‘No Kings’ menentang Presiden Donald Trump. Para pengunjuk rasa menunjukkan kesatuan dan komitmen untuk berdemonstrasi secara damai di lebih dari 2.100 lokasi di seluruh negeri. Protes tersebut merupakan kolaborasi antara lebih dari 100 kelompok yang bersatu untuk menyuarakan penolakan mereka secara non-kekerasan.

Seiring dengan parade militer yang diadakan oleh Presiden AS di Washington, Trump mendeploy pasukan garda nasional dan marinir AS ke Los Angeles untuk menindak para pengunjuk rasa yang menentang deportasi yang meningkat. Aksi protes juga meluas hingga ke lokasi di dekat perkebunan Mar-a-Lago milik Trump di Florida selatan.

Penyelenggara acara ‘No Kings’ memperkirakan bahwa protes tersebut berhasil menarik perhatian dan partisipasi jutaan orang di seluruh AS. Terjadi berbagai unjuk rasa di 50 negara bagian dan beberapa kota di luar negeri, dengan jumlah peserta termasuk ratusan ribu di New York, Philadelphia, dan kota-kota kecil lainnya.

Meskipun sebagian besar dari protes berlangsung secara damai, terdapat insiden kekerasan politik di Los Angeles dan Portland yang menimbulkan tindakan hukum dari pihak berwenang. Kejadian tragis seperti dua penembakan terhadap anggota parlemen di Minnesota menunjukkan adanya ketegangan yang harus diatasi dengan hati-hati.

Meski kontroversi dan tekanan dari pihak berwenang, ribuan orang tetap teguh dalam pendiriannya untuk melakukan demonstrasi di Minnesota. Mereka menegaskan bahwa kekerasan politik tidak akan membungkam suara mereka. Sementara itu, Trump dan pihak Gedung Putih berusaha meredakan ketegangan dengan menyatakan dukungan terhadap protes damai.

Pilihan untuk tidak mengadakan protes di Washington DC dimaksudkan untuk membuat pernyataan kontras dengan parade militer dan mencegah terjadinya gesekan dengan pemerintah. Trump menanggapi protes tersebut dengan klaim bahwa ia tidak merasa sebagai seorang raja dan menegaskan bahwa ia menghargai proses demokratis. Tidak ada protes yang diadakan di Washington DC, tetapi digantikan dengan perayaan “DC Joy Day” yang bertujuan untuk merayakan keberagaman dan persatuan masyarakat di distrik tersebut.

Source link