Selat Hormuz Ditutup! Ancaman Ekonomi Minyak Terbesar

by

Situasi Timur Tengah semakin tidak menentu dengan Iran yang akan menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat mengebom tiga fasilitas nuklir Minggu lalu. Laporan dari laman Axios AS menyebutkan bahwa Parlemen Iran telah mendukung langkah tersebut, tetapi keputusan akhir akan menunggu keputusan dewan keamanan nasional Iran. Jika penutupan Selat Hormuz terjadi, ini akan menjadi kejadian pertama sejak 1979 selama konflik Iran-Israel. Selat ini merupakan jalur penting dunia, yang digunakan untuk mengirimkan seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia, dan banyak negara ekspor minyak harus melalui jalur ini seperti Arab Saudi, Irak, UEA, Qatar, Iran, dan Kuwait. Potensi penutupan Selat Hormuz dapat memiliki dampak signifikan bagi ekonomi global, mengingat bahwa sekitar 20% dari konsumsi minyak global melewati jalur ini. AS telah meminta China untuk menghentikan penutupan ini sementara China adalah salah satu pelanggan minyak utama Iran.

Ekonomi Iran sendiri dapat terkena dampak besar jika Selat Hormuz ditutup karena negara itu merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC. Harga minyak sudah merespon dengan meningkat lebih dari 2% setelah serangan AS terhadap Iran. Para analis memperkirakan harga minyak bisa melonjak di atas US$100 per barel jika Selat Hormuz ditutup untuk waktu yang lama. Maka dari itu, situasi di Timur Tengah perlu dipantau dengan cermat mengingat dampak global yang dapat terjadi.

Source link