Kemiskinan dan Kondisi Hidup Anak-anak di Inggris: Ancaman Tikus

by

Anak-anak di Inggris menghadapi kondisi yang semakin memprihatinkan, mirip era Dickens yang penuh dengan kemiskinan ekstrem. Mereka terbiasa hidup dalam kekurangan, hunian tak layak, dan minim akses pada kebutuhan dasar. Komisioner Anak-anak Inggris, Dame Rachel de Souza, menyebut kondisi ini sebagai “mirip era Dickens” untuk menyoroti betapa buruknya situasi anak-anak saat ini. Dalam laporannya, De Souza mengungkapkan bahwa anak-anak harus berbagi kamar tidur berjamur, menghadapi gigitan tikus, kekurangan air untuk mandi, dan bahkan tidak memiliki pemanas saat musim dingin. Banyak dari mereka telah menerima kondisi ini sebagai hal yang normal, yang sangat mengkhawatirkan.

Data pemerintah Inggris mencatat bahwa ada 4,5 juta anak yang hidup dalam kemiskinan hingga April 2024. Namun, upaya Partai Buruh untuk mengatasi kemiskinan anak ditunda, sementara kebijakan yang membatasi tunjangan anak diperdebatkan. Pemberlakuan kebijakan ini oleh Partai Konservatif telah menyebabkan sekitar 109 anak jatuh ke dalam kemiskinan setiap hari. Meskipun ada rekomendasi seperti kenaikan tunjangan anak dan transportasi bus gratis bagi anak sekolah, De Souza menekankan bahwa langkah paling mendesak adalah mencabut batas dua anak. Menurutnya, tidak ada solusi instan untuk mengakhiri kemiskinan anak, namun ini adalah langkah awal yang krusial. Selain itu, merupakan tanggung jawab negara yang kaya seperti Inggris untuk memastikan masa depan anak-anak tidak ditentukan oleh kondisi finansial.

Source link