Dampak Ekonomi Banjir Pekerja Informal di Indonesia

by

Pekerja Informal di Indonesia Meningkat Menjadi Perhatian Utama

Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini mengumumkan bahwa proporsi pekerja informal di Indonesia mengalami peningkatan pada Februari 2025. Data menunjukkan bahwa sebanyak 59,40% atau 86,58 juta orang bekerja dalam kategori informal, sementara pekerja formal mengalami penurunan proporsional menjadi 59,19 juta orang atau sekitar 40,60%.

Selain itu, terdapat penurunan jumlah penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, meskipun proporsi pekerja paruh waktu masih cukup signifikan, terutama di kalangan perempuan. Tingkat setengah pengangguran mencapai 8,00%, menunjukkan adanya ruang untuk peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja penuh.

Peningkatan jumlah pekerja informal ini sebagian besar dipicu oleh gelombang PHK yang terjadi di Tanah Air. Banyak korban PHK yang mencari peluang pekerjaan sampingan di sektor informal atau gig economy, seperti menjadi pengemudi ojek daring, kurir, content creator, dan reseller online.

Namun, kehadiran pekerja informal juga menimbulkan dampak negatif, terutama karena sebagian besar dari mereka tidak terdaftar dalam sistem jaminan sosial nasional dan tidak mendapatkan perlindungan saat menghadapi risiko kecelakaan kerja atau kehilangan penghasilan. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi perlindungan bagi pekerja gig, serta mengintegrasikan mereka ke dalam sistem jaminan sosial.

Ekonom senior, Raden Pardede, juga menyoroti bahwa terus berkembangnya tenaga kerja informal dapat berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah untuk menangani masalah informality ini, maka dampaknya dapat meluas ke stabilitas pendapatan, akses keuangan, hingga pendapatan negara dari sektor pajak. Diperlukan langkah-langkah kebijakan yang responsif dan proaktif untuk mengatasi lonjakan pekerja informal dan melindungi mereka secara adekuat untuk memastikan pemulihan ekonomi dan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.

Source link