Trump Impose 19% Tariffs on Indonesia: Insights for Other Nations

by

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa pemerintahannya akan segera mengirimkan surat pemberitahuan tarif baru ke sejumlah negara, termasuk negara-negara kecil tanpa perjanjian dagang khusus dengan AS. Tarif baru diperkirakan akan diberlakukan sedikit di atas 10% dan mencakup lebih dari 20 negara mitra dagang. Trump menyampaikan hal ini kepada wartawan setelah menghadiri acara di Pittsburgh, Selasa (14/7/2025). Pernyataan itu muncul setelah AS dan Indonesia mencapai kesepakatan dagang yang berhasil menghindari bea masuk tinggi. Awalnya, Trump mengancam akan menjatuhkan tarif hingga 32% terhadap produk Indonesia yang memasuki pasar AS, namun setelah negosiasi dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tarif diturunkan menjadi 19%.

Sebagai bagian dari perjanjian ini, Indonesia berkomitmen untuk membeli energi dari AS senilai US$15 miliar, produk pertanian senilai US$4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing jet, terutama tipe 777. Langkah ini dipandang sebagai strategi Indonesia untuk mengurangi risiko perdagangan dan mempererat hubungan bilateral dengan AS. Meskipun tarif masih tinggi, yaitu 19%, namun merupakan opsi yang lebih ringan daripada skenario sebelumnya. Trump juga memperingatkan bahwa negara-negara yang mencoba menghindari tarif AS dengan menyusupkan barang melalui negara ketiga akan dikenakan tarif penuh.

Belum ada rincian kapan tarif baru terhadap negara-negara yang tidak termasuk dalam kesepakatan dengan AS akan diterapkan. Namun, situasi perdagangan yang dinamis mempercepat negosiasi bagi negara mitra di Asia dan Afrika untuk menghindari tekanan serupa. Seluruh keputusan ini mencerminkan keseriusan AS dalam memperketat celah-celah dalam rantai pasok global, terutama untuk produk yang dapat merugikan industri domestik negara tersebut.

Source link