Israel Menembak Warga Gaza saat Antrian Bantuan, Hamas Dituduh

by -211 Views

Setidaknya 20 warga Palestina tewas dalam insiden di lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) atau Yayasan Kemanusiaan Gaza. GHF yang didukung AS dan Israel mengklaim bahwa kerusuhan dipicu oleh agitator bersenjata yang terlibat dalam aksi massa tersebut di Khan Younis, Gaza selatan. Insiden ini dipersengketakan antara GHF dan Hamas, dengan tuduhan berbalas antara kedua belah pihak.

GHF membantah tuduhan Hamas tentang penggunaan gas merica dan penembakan, dengan mengklaim bahwa tindakan pembatasan dilakukan demi mencegah korban jiwa tambahan. Namun, saksi mata menyebutkan bahwa gas merica disemprotkan ke arah mereka, menyebabkan kekacauan dan korban jiwa. Pejabat kesehatan Palestina melaporkan 21 orang meninggal akibat sesak napas dan kehabisan oksigen pada lokasi kejadian.

Pada hari sebelum insiden ini terjadi, PBB mencatat 875 kematian dalam enam minggu terakhir di sekitar pusat distribusi bantuan yang sering kali berada di dekat titik distribusi GHF. Israel telah diakui sebagai penyebab sebagian besar kematian, dengan banyak warga sipil Palestina terluka. Situasi ini semakin rumit dengan tuduhan adanya penjarahan bantuan yang disebutkan terjadi di area yang dikelola oleh GHF.

GHF telah menghadapi kritik karena cara pengelolaan yang dianggap tidak aman dan kurang mematuhi standar kemanusiaan. Beberapa pihak menyalahkan GHF atas kekacauan yang terjadi pada hari Rabu dan mengecam kurangnya koordinasi dan organisasi dalam penyaluran bantuan. Keseluruhan, kejadian ini semakin meruncingkan konflik yang sudah berlarut-larut di Gaza, yang telah menciptakan kondisi kelaparan dan kekurangan yang meluas di wilayah tersebut.

Source link