Prabowo Panggil Jaksa Agung & Mentan Untuk Usut Mafia Beras

by

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendadak di Istana pada Rabu malam. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa presiden memanggil sejumlah pejabat di luar jadwal resmi. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Salah satu topik yang dibahas adalah masalah pasokan beras dan pelanggaran terkait mutu beras premium dan medium di pasaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan temuan terkait beras oplosan dalam rapat tersebut. Dari pemeriksaan terhadap 268 merek beras, sebanyak 212 di antaranya tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Hal ini menjadi perhatian serius yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto untuk menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pelanggaran.

Menindaklanjuti hasil temuan tersebut, penegak hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan Agung siap untuk bertindak. Selain itu, Bareskrim Polri juga telah menyoroti potensi kerugian masyarakat akibat masalah ini sebesar Rp 99,35 triliun per tahun. Beberapa produsen beras yang diselidiki termasuk PT PIM (merek Sania), PT FS (merek Sentra Ramos Merah, Sentra Ramos Biru, dan Sentra Pulen), dan PT Togo SJ (merek Jelita dan Anak Kembar).

Semua pihak terkait didorong untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menangani kasus ini demi melindungi masyarakat dan menjaga kestabilan pasokan beras di pasar. Peran penegak hukum juga dipersiapkan untuk memastikan bahwa pelanggaran yang dilakukan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rapat tersebut menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik ilegal yang merugikan masyarakat dalam pasokan beras.

Source link