Latihan Militer Gabungan China & Rusia: Sinyal Keras untuk AS

by

China dan Rusia baru saja memulai latihan marinir gabungan di Laut Jepang dalam upaya untuk menguatkan kemitraan mereka. Latihan yang diberi nama Sea-2025 ini diawali di perairan dekat Vladivostok, Rusia, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Kedua negara akan menjalankan berbagai operasi, termasuk operasi penyelamatan kapal selam, operasi anti-kapal selam, pertahanan udara, dan pertempuran maritim.

China telah mengirimkan empat kapal marinirnya, termasuk kapal perusak Shaoxing dan Urumqi. Setelah latihan tersebut, kedua negara akan melakukan patroli di perairan Pasifik dan sekitarnya. China dan Rusia telah memperkuat hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam hal bantuan ekonomi China kepada Rusia sebagai respons terhadap sanksi Barat terkait invasi Rusia di Ukraina.

Meskipun latihan ini dipandang sebagai langkah defensif oleh kedua belah pihak, Kementerian Pertahanan Jepang memberikan peringatan terkait meningkatnya kerja sama militer antara China dan Rusia. Para pemimpin Eropa juga telah meminta China untuk menggunakan pengaruhnya guna menekan Rusia agar mengakhiri konflik di Ukraina. Meski begitu, China bersikeras bahwa mereka netral dan menyerukan perdamaian, sementara menuduh negara-negara Barat memperpanjang konflik dengan memberikan senjata kepada Ukraina.

Source link