Ekspor RI ke AS Tinggi, ke China Defisit karena Ini

by

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan hasil positif dengan surplus sebesar US$ 4,10 miliar pada bulan Juni 2025. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa tren surplus telah berlangsung selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Total ekspor Indonesia selama semester I-2025 meningkat menjadi US$ 135,41 miliar, didukung oleh pertumbuhan ekspor non-migas yang mencapai US$ 128,39 miliar. Amerika Serikat menjadi negara dengan surplus terbesar bagi Indonesia, sementara impor tertinggi berasal dari China. Meskipun mengalami defisit dengan beberapa negara, ekspor ke China tetap tinggi dan menjadi yang terbesar. Budi menjelaskan bahwa sebagian besar impor dari China adalah bahan baku dan modal, yang mendukung proses industri di dalam negeri. Dengan demikian, proses industri di Indonesia dapat berjalan dengan baik berkat impor bahan baku dan modal yang cukup signifikan.

Source link