18,000 Cadres Ready for Free Nutritious Meal Distribution: Deputy Minister

by -153 Views

Sebanyak 18.000 Konselor Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap memimpin program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak kecil—terutama mereka yang berusia di bawah dua tahun. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pembangunan Keluarga dan Kependudukan (Kemendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam forum diskusi “Double Check” yang diselenggarakan oleh Kantor Komunikasi Presiden (KPC) bekerja sama dengan Gempita, di Jakarta, pada Jumat (9 Agustus).

Diskusi dengan tema “Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyambut Indonesia Emas 2045”, juga menampilkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Staf Ahli Senior KPC Chacha Anisa.

Menurut Isyana, pemerintah telah mengambil banyak langkah konkret untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045, salah satunya adalah program MBG.

“MBG tidak hanya ditujukan untuk siswa, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia prasekolah. Kelompok-kelompok ini tidak dicakup oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelas Isyana.

Di sinilah Kemendukbangga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara program ini berada di bawah BGN, Kemendukbangga mendayagunakan kader-kader terlatihnya untuk melaksanakannya di lapangan.

Selain kader PKB dan PLKB, Kemendukbangga bekerja dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang terdiri dari tenaga kesehatan (seperti bidan atau perawat), kader Gerakan PKK, dan relawan keluarga berencana. Tim-tim ini beranggotakan sekitar 600.000 anggota di seluruh negeri.

“Inilah pekerja-pekerja di garis depan yang mendistribusikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, khususnya mereka yang berusia di bawah dua tahun,” ungkap Isyana.

Beliau menekankan pentingnya gizi bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak kecil. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana yang tercantum dalam sasaran Asta Cita pemerintah nomor empat, harus dimulai dari unit terkecil—keluarga—dan sesegera mungkin, katanya.

“Kebiasaan dibangun dalam keluarga, meski setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda,” tambahnya.

Isyana juga menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode crucial untuk mencegah stunting—dan periode ini dimulai bukan saat lahir, tetapi selama kehamilan.

Source link