Sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana ( PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) telah siap untuk menjadi ujung tombak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Ibu Hamil, Ibu menyusui, Paud, dan Balita yang berusia di bawah 2 tahun. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyampaikan hal ini dalam acara diskusi Double Check yang diadakan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) bekerja sama dengan Gempita di Jakarta. Diskusi tersebut menghadirkan beberapa pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, serta Tenaga Ahli Utama PCO, Chacha Anisa. Isyana menekankan bahwa program MBG ini tidak hanya ditujukan untuk anak sekolah, tetapi juga untuk Ibu Hamil, Ibu menyusui, dan anak balita.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melaksanakan program ini, dengan bantuan kader PKB dan PLKB yang siap aktif. Tak hanya itu, Kemendukbangga juga telah berkolaborasi dengan Kemenkes dan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader KB, yang berjumlah hingga 600 ribu di seluruh Indonesia. Mereka adalah garda terdepan dalam distribusi MBG untuk Ibu Hamil, Ibu menyusui, dan anak balita, khususnya yang berusia di bawah dua tahun.
Isyana juga menekankan betapa pentingnya gizi untuk Ibu Hamil, menyusui, dan balita, terutama yang berusia di bawah 2 tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak dini, yakni dari tingkat keluarga. Ia menjelaskan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan sangat krusial untuk mencegah stunting, dan periode ini bahkan dimulai sejak dalam kandungan.1000 hari pertama kehidupan adalah masa penting yang harus diperhatikan untuk mencegah stunting.
