Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Tingkat Kemandirian Makanan

by

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 mencapai 5,12% year-on-year, yang menunjukkan ketergantungan yang besar terhadap konsumsi rumah tangga di tengah gelombang PHK yang marak. Piter Abdullah, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, menjelaskan bahwa kelas masyarakat Indonesia yang berbelanja untuk kebutuhan dasar, seperti bahan pokok, cenderung tidak elastis dalam respons terhadap kondisi ekonomi makro. Konsumsi barang pokok merupakan kebutuhan utama yang tetap diprioritaskan, terlepas dari situasi ekonomi.

Sementara itu, kelas menengah atas tetap berkontribusi dalam konsumsi domestik dengan daya beli yang kuat. Data dari Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga didominasi oleh konsumsi kelas atas, diikuti konsumsi kelas menengah dan kelas bawah. Kelas menengah, meskipun rentan terhadap PHK, masih mampu menjaga daya beli dengan mencari penghasilan alternatif melalui ekonomi digital.

Piter menekankan bahwa ekonomi digital memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian ketika terjadi PHK. Hal ini tercermin dalam data BPS yang menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang stabil, kontribusi terhadap PDB, dan laju pertumbuhan positif dari tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, meskipun tanpa peningkatan aktivitas ekonomi lainnya. Menurut Piter, konsumsi adalah perilaku alamiah yang tetap dilakukan oleh individu, terlepas dari kondisi ekonomi.

Dengan berbagai strategi seperti menjadi pekerja paruh waktu online atau pedagang online, kelas menengah dapat tetap menjaga tingkat konsumsi dasar mereka. Inilah yang menjadikan konsumsi rumah tangga sebagai faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, terutama di masa-masa tidak pasti seperti sekarang.

Source link