Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan rencana pembangunan Kereta Gantung yang sebelumnya menjadi perbincangan beberapa tahun lalu. Saat ini, rencana tersebut baru mencapai tahap studi pra-kelayakan. Studi pra-kelayakan merupakan evaluasi awal untuk menilai kelayakan proyek sebelum melakukan studi kelayakan lebih mendalam. Selain kereta gantung, Dadang juga menyinggung rencana jalan tol Pangalengan, Rancabali, dan Cidaun-Cianjur yang juga sedang dalam tahap studi pra-kelayakan.
Menurut Dadang, pembangunan kereta gantung dan jalan tol Pangalengan, Rancabali, hingga Cidaun-Cianjur telah melalui Pra-FS. Jika kedua proyek ini berhasil direalisasikan, hal itu akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Bandung. Peningkatan jumlah wisatawan di daerah ini juga disebutkan turut memperkuat perekonomian daerah. Upaya dalam mendorong perkembangan pariwisata dilakukan dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan tempat-tempat usaha pariwisata agar dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dadang menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari 2 juta wisatawan pada tahun 2020, jumlahnya melonjak menjadi 7 juta pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh akses yang lebih baik setelah adanya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan infrastruktur lainnya. Sehingga, dengan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan pariwisata, diharapkan Kabupaten Bandung dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.





