Krisis Israel vs Negara Arab: Ibukota Membara

by

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman pada Minggu. Serangan tersebut ditujukan pada infrastruktur energi yang digunakan oleh kelompok Houthi, yang memiliki sejarah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel selama konflik Gaza. Militer Israel menyatakan bahwa serangan dilakukan di sekitar ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak, Sanaa. Di sisi lain, stasiun televisi Al-Masirah milik Houthi melaporkan bahwa infrastruktur energi yang menjadi sasaran adalah pembangkit listrik Haziz di selatan Sanaa.

Sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023, kelompok Houthi yang didukung Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Meskipun sebagian besar serangan berhasil dicegat, Israel menanggapi dengan serangan udara ke basis Houthi di Yaman. Militer Israel menyatakan bahwa serangan terbaru merupakan respons langsung terhadap serangan berulang Houthi. Dan serangan ini terjadi setelah Israel berhasil mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman dan Houthi mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Selain menyerang secara langsung, Houthi juga memperluas serangan ke kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Teluk Aden. Eskalasi konflik meningkat pada awal 2024 ketika Houthi menyerang kapal-kapal Amerika Serikat dan Inggris. Meskipun mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Mei 2024, Houthi tetap melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel. Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung.

Source link