Peringatan Keras dari Kantor Tito: Stok Beras Bulog Harus Diperhatikan

by

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperingatkan agar stok beras di gudang Perum Bulog segera didistribusikan. Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tertunda dapat berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menyoroti kurangnya realisasi penyaluran beras SPHP oleh Bulog dan dampaknya terhadap kenaikan harga beras di pasaran.

Tomisi mencatat bahwa penyaluran yang terhambat dapat menyebabkan kerugian negara karena beras rentan menurun kualitasnya. Program beras SPHP berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 dengan target total 1,3 juta ton. Namun, realisasi penyaluran Bulog masih jauh dari target. Hingga pertengahan Agustus, baru terdistribusi 2,94% dari pagu yang ditetapkan.

Data menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki penyaluran tertinggi, namun secara keseluruhan penyaluran harian Bulog masih jauh dari target 7.100 ton per hari. Dengan lebih dari 80% stok beras SPHP yang masih menumpuk di gudang Bulog, Tomsi mengingatkan bahwa hal ini dapat meningkatkan risiko penurunan kualitas beras menjadi apek, berjamur, bahkan terserang hama. Oleh karena itu, distribusi beras SPHP perlu ditingkatkan agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut bagi negara.

Source link