Rumah Berjuta Harap Direnovasi: Bos Perusahaan Bata Ringan Senang

by

Pemerintah Indonesia berencana untuk menggeliatkan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) agar lebih banyak rumah direnovasi oleh masyarakat secara mandiri pada tahun 2026. Hal ini dianggap sebagai langkah positif yang tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga memberikan dorongan ekonomi bagi industri bahan bangunan, khususnya bata ringan. Direktur Keuangan PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), Andrew, menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan bahwa tingginya permintaan akan bata ringan juga akan memberikan dampak positif pada industri tersebut.

Penjualan bata ringan saat ini terutama didominasi oleh sektor ritel, di mana banyak pembeli melakukan renovasi rumah secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa program renovasi rumah dari pemerintah bisa menjadi dorongan yang signifikan bagi industri bahan bangunan. Meskipun permintaan bata ringan sudah tinggi, namun penjualan tetap terus meningkat dari waktu ke waktu. Volume penjualan bata ringan pada bulan Juli 2025 mencapai 345 ribu m3 atau meningkat 13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pemerintah juga mulai fokus untuk memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni melalui program BSPS. Diperkirakan sebanyak 373.939 rumah tidak layak huni akan direnovasi dengan anggaran mencapai Rp8,6 triliun pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui program rumah swadaya. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dukungan finansial langsung kepada rumah-rumah yang membutuhkan, terutama dari kelompok miskin.

Source link