Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia: Nilainya Meningkat Pesat

by

Investasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai Rp 5,653 triliun, melibatkan mobil listrik, motor listrik, dan bus listrik. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI, Mahardi Tunggul Wicaksono, menyatakan bahwa nilai investasi tersebut berpotensi untuk terus berkembang. Investasi terbesar masih terdapat pada mobil listrik, dengan total investasi Rp 4,12 triliun dari 9 perusahaan pabrikan mobil listrik dengan kapasitas produksi 70.060 unit/tahun. Sementara itu, investasi motor listrik mencapai Rp 1,15 triliun dari 66 perusahaan pabrikan dengan kapasitas produksi 2,37 juta unit, dan investasi bus listrik sebesar Rp 0,38 triliun dari 7 pabrikan dengan kapasitas produksi 3.100 unit/tahun.
Program percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia telah mengakibatkan peningkatan populasi kendaraan listrik setiap tahunnya. Pada tahun 2024, total populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 207 ribu unit, meningkat 78% dari tahun sebelumnya. Lebih lanjut, jika digabungkan dengan kendaraan bermotor lainnya, investasi kendaraan di Indonesia, termasuk roda dua, tiga, dan empat, telah mencapai ratusan triliun, dengan dominasi investasi pada kendaraan roda empat. Industri kendaraan roda empat memiliki total 32 pabrikan dengan investasi Rp 143,91 triliun dan kapasitas produksi 2,35 juta unit/tahun. Pada Januari-Juni 2025, kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat mencapai 553 ribu unit, dengan penjualan 374 ribu unit, ekspor completely built up (CBU) 230 ribu unit, dan impor CBU 61 ribu unit.
Di sisi lain, ekosistem industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga melibatkan total 73 pabrikan dengan investasi Rp 30,4 triliun dan kapasitas produksi 10,72 juta unit/tahun. Industri kendaraan bermotor roda dua pada Januari-Juni 2025 mencatat produksi sebesar 3,37 juta unit, penjualan 3,1 juta unit, dan ekspor CBU 268 ribu unit, menurut Tunggul.

Source link