Hukum Israel Terhadap Perusahaan & Bank Yahudi: Keberangkatan Menyedihkan

by

Norges Bank Investment Management (NBIM), dana kekayaan negara terbesar di dunia, mengumumkan penghentian investasi pada produsen mesin Caterpillar Inc. dari AS dan lima bank Israel. Hal ini disebabkan oleh dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah pendudukan Tepi Barat. NBIM, yang mengelola dana senilai US$2 triliun atas nama rakyat Norwegia, menjelaskan bahwa langkah ini berdasarkan pada rekomendasi etik. Perusahaan seperti Caterpillar digunakan oleh otoritas Israel dalam penghancuran properti warga Palestina yang dianggap melanggar hukum. Selain Caterpillar, NBIM juga akan melepas kepemilikan pada lima bank Israel karena terindikasi memberikan layanan keuangan untuk pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat. CEO NBIM, Nicolai Tangen, mengakui bahwa dana tersebut menghadapi krisis karena keterlambatan melaporkan kepemilikan saham di perusahaan jet tempur Israel saat konflik Gaza memanas. Meskipun menghadapi tekanan politik, NBIM tetap berkomitmen untuk menghasilkan imbal hasil maksimal dan tidak berinvestasi di perusahaan yang dapat berkontribusi pada pelanggaran etika. Langkah divestasi ini menunjukkan benturan antara bisnis dan hak asasi manusia, tetapi juga memunculkan pertanyaan terkait investasi NBIM di aset negara lain yang juga dituduh melanggar HAM. Bagaimana dampak jangka panjang keputusan NBIM terhadap portofolio globalnya masih harus dilihat, namun secara historis kebijakan etik dana tersebut tidak terlalu mempengaruhi imbal hasil jangka panjang.

Source link