Sebuah cerita tragis datang dari dunia pendakian yang melibatkan seorang pendaki dari Rusia, Natalia Nagovitsyna (47). Ia telah hilang dan tidak lagi terdeteksi hidup setelah lebih dari dua minggu terjebak sendirian di Puncak Kemenangan (Victory Peak/Jengish Chokusu), gunung tertinggi di Kyrgyzstan dengan tinggi mencapai 7.439 meter. Badan keamanan Kyrgyzstan pada Rabu (27/8/2025) menyatakan bahwa pencarian dengan menggunakan drone dan pencitraan termal di sekitar lokasi terakhir Nagovitsyna tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Sebelumnya, drone berhasil merekam tanda-tanda kehidupan Nagovitsyna sebelumnya. Namun, pada pemantauan berikutnya tidak ada aktivitas yang terdeteksi. Nagovitsyna dilaporkan patah kaki saat berada di ketinggian sekitar 7.000 meter dan bertahan hidup lebih dari dua minggu di dalam tenda oranye kecil yang rusak akibat angin kencang dan suhu udara ekstrem. Upaya penyelamatan termasuk dari seorang pendaki Italia, Luca Sinigaglia, yang berakhir dengan kematian pada 15 Agustus.
Puncak Kemenangan, di pegunungan Tian Shan, merupakan medan pendakian yang sangat berbahaya di Asia Tengah. Cerita ini juga mengingatkan pada peristiwa 2021, di mana suami Nagovitsyna, Sergei, meninggal karena stroke saat mendaki gunung Khan Tengri di Kazakhstan. Tragedi pendakian semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir di daerah tersebut, dengan kasus lain termasuk kematian seorang pendaki China di K2 dan kematian pendaki Jerman, Laura Dahlmeier, saat mencoba menaklukkan puncak lain di wilayah tersebut.





