Rencana Trump AS Kuasai Gaza: Bongkar Fakta dari Washington Post

by

Sebuah rencana untuk membangun “Gaza Riviera” sebagai rangkaian kota megah berteknologi tinggi kembali bocor di media saat Gaza sedang dalam serangan pasukan Israel. Proyek yang disebut sebagai the Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust (GREAT) mengalihkan seluruh populasi Gaza secara sementara untuk melakukan rekonstruksi. Rencana tersebut mendapat dukungan dari AS dan Israel, dengan biaya hingga US$ 100 miliar (Rp 1.642 triliun) dari investor. Gaza direncanakan menjadi kota pelabuhan modern yang dikepung oleh kota-kota berteknologi tinggi, mirip dengan proyek Neom di Arab Saudi.

Kritik dilemparkan oleh berbagai pihak, termasuk Philip Grant dari Trial International, yang menyebut rencana tersebut sebagai cetak biru untuk deportasi massal yang dikemas sebagai pembangunan. Kritik juga mengarah ke kontraktor swasta yang beroperasi di Gaza karena dapat disalahkan atas kejahatan menurut hukum internasional. Meski rencana ini mencerminkan ambisi Donald Trump sebelumnya untuk membersihkan dan membangun kembali Gaza, baik Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan komentar terkait hal ini.

Meskipun rencana ini masih ambigu, banyak pihak menilai bahwa hal ini merupakan upaya yang kontroversial dan berpotensi memiliki konsekuensi hukum yang serius bagi para pelaksana rencana tersebut. Arti dari rencana tersebut dapat menjadi buku teks tentang kejahatan internasional, terutama terkait dengan pemindahan paksa penduduk dan hukuman kolektif. Meski demikian, para investor diharapkan dapat membiayai proyek ini hingga mencapai hasil yang diinginkan. Selanjutnya, rencana ini akan terus mendapat perhatian dari berbagai pihak terkait dengan penyelesaian konflik di wilayah Gaza.

Source link