Protes Korea Selatan Terhadap Penahanan 475 Pegawai Hyundai di Amerika Serikat

by -231 Views

Korea Selatan telah mengajukan keluhan terkait penahanan ratusan orang, termasuk pekerja Korea Selatan tanpa dokumen oleh pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS). Penahanan ini terjadi setelah penggerebekan di pabrik baterai Hyundai-LG yang sedang dibangun di negara bagian Georgia, AS. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menuntut agar hak-hak investornya dihormati setelah penggerebekan tersebut.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kemudian mengonfirmasi bahwa sebanyak 475 orang ditahan dalam penggerebekan tersebut, dengan sebagian besar berasal dari Korea Selatan. Investigasi lebih lanjut terhadap praktik ketenagakerjaan dilakukan selama berbulan-bulan sebelum penggerebekan terjadi.

Kejadian ini menunjukkan dampak tindakan imigrasi keras Presiden Donald Trump terhadap investasi asing. Pabrik Hyundai-LG merupakan investasi asing terbesar di negara bagian Georgia. Korea Selatan menegaskan bahwa aktivitas bisnis investor mereka tidak boleh dilanggar secara tidak adil dalam penegakan hukum AS.

Sejak Trump kembali berkuasa, badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) diberikan pendanaan lebih besar untuk melakukan penggerebekan. Penahanan non-penjahat juga mengalami peningkatan menurut data ICE. Kebijakan penggerebekan di tempat kerja yang baru berdampak pada industri yang mengandalkan pekerja musiman dan tidak berdokumen.

Perubahan pendekatan pemerintah terhadap imigrasi dan investasi asing semakin menyulitkan hubungan antara AS dan Korea Selatan. Trump ingin deportasi penjahat terburuk namun hal ini berdampak pada pekerjaan dan investasi dari negara lain. Korea Selatan mendorong agar hak-hak investor dan warga negaranya dihormati dalam proses hukum AS.

Source link