Pesta-Pesta dan Flexing Dilarang: Peringatan kepada Pejabat Daerah

by

Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), menekankan perlunya menjaga sikap sederhana bagi kepala daerah dan pejabat publik di tengah situasi sosial yang memanas. Ia menyarankan agar kegiatan seremonial pemerintah daerah diselenggarakan secara sederhana, seperti tumpengan atau pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Menurut Tito, pesta dengan musik dan kemewahan dapat menimbulkan masalah baru dan bisa memicu sentimen negatif masyarakat.

Selain itu, Mendagri juga mengingatkan agar pejabat berhati-hati dalam menggelar acara pribadi seperti pernikahan atau ulang tahun di era media sosial saat ini. Dia menekankan pentingnya menghindari flexing atau menonjolkan kekayaan dalam acara tersebut. Tito juga meminta agar seluruh pejabat menunda perjalanan dinas maupun pribadi ke luar negeri hingga situasi kembali kondusif. Kepala daerah diharapkan tetap berada di wilayahnya masing-masing untuk memastikan pengendalian situasi berjalan dengan baik, serta tidak meninggalkan daerah selama kondisi rawan.

Imbauan yang disampaikan oleh Mendagri ini tidak hanya ditujukan kepada pejabat, namun juga kepada keluarga dari pejabat tersebut. Penting untuk memperhatikan cara berpakaian, penggunaan perhiasan, kendaraan, dan berbagai aspek lainnya yang dapat menandakan kemewahan dan menimbulkan kesan negatif pada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan situasi sosial yang memanas dapat diredam dengan sikap yang lebih sederhana dan hati-hati dari seluruh pihak yang terlibat.

Source link