Penyebab Turunnya Laba Vale di Kuartal II-2025 Menjadi Rp 57,65 Miliar

by

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan penurunan laba bersih di kuartal II-2025 menjadi US$ 3,5 juta atau sekitar Rp 57,65 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.472 per US$). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 83,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai US$ 21,8 juta atau sekitar Rp 359,33 miliar.

Menurut Direktur INCO, Rizky Andhika Putra, penurunan laba INCO dipengaruhi oleh pelemahan harga jual nikel dunia. Harga rata-rata nikel matte selama Semester I-2025 mencapai US$ 12.014 per ton, mengalami penurunan sekitar 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Faktor lain yang berdampak adalah percepatan jadwal pemeliharaan yang turut mempengaruhi struktur biaya operasional perusahaan. INCO memutuskan untuk memajukan kegiatan pemeliharaan selama 20 hari di Semester I-2025, yang sebelumnya direncanakan di paruh kedua tahun ini.

Meskipun laba mengalami penurunan, Rizky menekankan bahwa INCO masih berhasil menjaga kinerja keuangan secara keseluruhan. Perusahaan mencatat penyusutan laba sebesar 32,4% menjadi US$ 25,2 juta atau sekitar Rp 415,35 miliar dari US$ 37,28 juta atau sekitar Rp 614,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan juga menunjukkan penurunan di Kuartal II-2025 sebesar US$ 220,2 juta atau sekitar Rp 3,62 triliun. Sementara pendapatan perusahaan pada Semester I-2025 mencapai US$ 426,7 juta atau sekitar Rp 7,03 triliun, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 478,7 juta atau sekitar Rp 7,89 triliun.

Source link