Rapat PBB Setuju Pembentukan Negara Palestina: Israel Panas

by

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui two state solution, dengan 142 negara setuju kepada solusi ini. Resolusi yang tidak mengikat tersebut mendukung “Deklarasi New York”, yang merencanakan akhir dari konflik yang telah berlangsung selama hampir 80 tahun. Meskipun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang keras pembentukan negara Palestina, terutama saat penandatanganan perjanjian untuk memperluas permukiman Yahudi di wilayah tepi Barat yang diklaim Palestina sebagai wilayahnya di masa depan.

Resolusi tersebut disponsori oleh Perancis dan Arab Saudi yang juga mendorong implementasi solusi dua negara. Palestina berharap 10 negara tambahan akan mengakui negara Palestina, bergabung dengan lebih dari 145 negara yang telah melakukannya. Dukungan terhadap resolusi ini mencerminkan aspirasi internasional untuk perdamaian, menurut Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.

Namun, Israel menolak resolusi tersebut, menyebutnya sebagai sandiwara yang hanya menguntungkan Hamas. Amerika Serikat juga menolak deklarasi tersebut yang mengutuk serangan Hamas terhadap warga sipil Israel. Meski resolusi juga mengecam serangan Israel terhadap Gaza, khususnya karena telah menimbulkan bencana kemanusiaan dan krisis perlindungan yang signifikan.

Deklarasi tersebut memperkuat wewenang Otoritas Palestina di wilayah Palestina, menyerukan Hamas untuk menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina, dan menetapkan misi stabilisasi internasional di bawah PBB untuk melindungi warga sipil Palestine. Selain itu, resolusi mendesak pengakuan lebih lanjut terhadap Palestina oleh negara lain, mencatat bahwa Palestina adalah komponen penting dalam mencapai solusi dua negara yang berkelanjutan.Hal ini diharapkan akan menjadi topik utama dalam pertemuan para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB yang akan dimulai pada bulan September.

Source link