AS Pamer Rudal di Jepang: Ancaman Perang Asia?

by

Amerika Serikat (AS) secara resmi memperlihatkan sistem rudal jarak menengah Typhon di Jepang, menciptakan potensi perlombaan senjata di kawasan Asia. Sistem peluncur berbasis darat ini memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk dan ditampilkan dalam latihan tahunan Resolute Dragon yang melibatkan 20.000 pasukan dari Jepang dan AS, kapal perang, serta baterai rudal.

Dalam latihan tersebut, Kolonel Wade Germann, komandan satuan tugas operasi Typhon, menyatakan bahwa sistem ini, dengan berbagai jenis amunisi, mampu menimbulkan dilema bagi musuh dan memungkinkan AS untuk dengan cepat menempatkannya di garis depan jika diperlukan. Meskipun Germann menolak untuk merinci akan ditempatkan di mana unit Typhon setelah latihan Resolute Dragon berakhir, keberadaan sistem ini di Jepang dapat memicu reaksi yang lebih keras karena kedekatannya dengan China.

AS menyebut penempatan Typhon di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni sebagai bagian dari “Rantai Pulau Pertama” yang bertujuan untuk membatasi ruang gerak militer China. Selain Tomahawk, Typhon juga dapat menembakkan rudal SM-6 yang dapat menghantam kapal maupun pesawat pada jarak lebih dari 200 km. Hal ini juga sejalan dengan upaya AS yang tengah meningkatkan produksi senjata antikapal untuk menyaingi kekuatan rudal China yang juga meningkatkan anggaran pertahanannya.

Dengan demikian, kehadiran Typhon di Jepang menjadi sebuah perhatian tersendiri dalam geopolitik kawasan Asia, menandai perkembangan ketegangan antara beberapa negara besar di kawasan tersebut.

Source link