7 Fakta Serangan Lumpuhkan 3 Bandara: Puluhan Penerbangan Batal

by

Berita terkini mengenai serangan siber yang menggemparkan industri penerbangan global kembali mencuat, kali ini menimpa sistem check-in dan boarding milik Collins Aerospace. Insiden ini menimbulkan kekacauan di beberapa bandara terbesar di Eropa. Terdapat 7 fakta penting yang perlu diketahui mengenai insiden ini.

Pertama, sistem check-in menjadi target utama serangan ini. Perusahaan induk Collins Aerospace, RTX, mengungkapkan bahwa gangguan terjadi pada perangkat lunak MUSE mereka. Dampaknya terbatas pada proses check-in elektronik dan penyerahan bagasi, namun dapat diatasi dengan melakukan proses check-in secara manual. Tiga bandara besar di Eropa yang paling terdampak adalah Bandara Heathrow di London, Bandara Brussels, dan Bandara Berlin. Bandara-bandara ini melaporkan penundaan dan pembatalan penerbangan akibat gangguan pada sistem digital mereka.

Lebih lanjut, data dari penyedia analitik penerbangan, Cirium, mencatat bahwa puluhan penerbangan harus dibatalkan dan tertunda akibat insiden ini. Gangguan hanya terbatas pada proses check-in elektronik dan penanganan bagasi, namun beberapa bandara seperti Dublin dan Heathrow harus menggunakan sistem manual untuk melayani penumpang, menyebabkan antrian dan waktu tunggu yang lebih lama.

Meskipun serius, belum ada bukti kebocoran data penumpang akibat serangan ini. Perusahaan Collins Aerospace tengah fokus pada pemulihan layanan dan meminimalkan gangguan operasional bandara. Beberapa maskapai seperti Delta Airlines masih beroperasi dalam taraf minimal, namun tetap melakukan pemantauan ketat dan antisipasi jika gangguan kembali terjadi.

Para ahli keamanan siber menekankan bahwa serangan ini merupakan contoh serangan rantai pasok, dengan dampak yang meluas dan simultan. Industri penerbangan menjadi target potensial para penjahat siber karena ketergantungannya pada sistem digital bersama. Tekanan untuk meningkatkan keamanan siber di industri penerbangan semakin terasa, menegaskan perlunya pembaruan rutin, sistem cadangan yang handal, dan kolaborasi lintas negara dan lembaga. Serangan siber ini sekali lagi mengingatkan bahwa infrastruktur digital di sektor penerbangan perlu diperkuat dan dilindungi secara kolektif.

Source link