Greta Thunberg: Kisah Disiksa dan Dipaksa Cium Bendera

by -121 Views

Aktivis iklim Greta Thunberg dilaporkan telah mengalami unsur kekerasan dari pasukan Israel selama berada dalam tahanan. Informasi ini muncul setelah pasukan Israel menghentikan sebuah kapal bantuan Gaza dan menahan sekitar 450 orang yang berada di dalamnya, termasuk Thunberg. Para aktivis yang terlibat dalam “Gaza Sumud Flotilla” kemudian kembali ke negara asal mereka dan mulai menyuarakan perlakuan buruk yang mereka alami dan saksikan selama kejadian tersebut. Kesaksian dari mereka menyebutkan bahwa Thunberg disiksa dan dipaksa untuk mencium bendera Israel oleh pasukan tersebut.

Kisah yang disampaikan oleh jurnalis Turki, Ersin Celik, yang juga merupakan peserta flotilla, semakin memperkuat tuduhan tersebut. Sementara aktivis lain, Windfield Beaver dari Amerika, juga memberikan laporan serupa dan menuduh bahwa Thunberg dan rekan-rekannya dijadikan alat propaganda oleh pasukan Israel. Perlakuan tidak manusiawi tidak hanya dialami oleh Thunberg, tetapi juga oleh para aktivis lain yang ditahan. Mereka diberitakan tidak diberi makanan, air bersih, dan obat-obatan yang mereka butuhkan oleh pihak yang menahannya.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel merespons tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa flotilla telah dihentikan dengan aman dan penumpangnya terpindahkan ke pelabuhan Israel dengan kondisi sehat. Mereka juga merilis sebuah video yang menampilkan Thunberg untuk membuktikan klaim mereka, namun para aktivis masih meragukan kebenaran dari konten video tersebut dan menilai hal tersebut sebagai bentuk propaganda.

Source link