Presiden Berani Tarik Dubes AS: Langkah Kontroversial melawan Trump

by -104 Views

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kolombia kembali mengalami ketegangan yang meningkat. Pemerintah Kolombia memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Washington setelah Presiden AS, Donald Trump mengancam akan meningkatkan tarif impor serta menghentikan bantuan keuangan untuk negara Amerika Selatan tersebut. Ketegangan ini terjadi setelah Trump menyebut Presiden Kolombia, Gustavo Petro sebagai “pemimpin narkoba ilegal”, pernyataan yang dianggap ofensif dan tidak berdasar oleh pihak Bogota.

Serangan militer AS terhadap kapal-kapal di Karibia yang dituduh membawa narkoba juga menjadi pemicu peningkatan ketegangan ini. Serangan tersebut menewaskan banyak orang dan mendapat kritik luas dari aktivis serta pakar hukum internasional. Trump telah mengumumkan bahwa bantuan keuangan AS kepada Kolombia akan dihentikan, sementara rincian tarif impor baru akan segera diumumkan. Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Gedung Putih mengenai hal ini.

Kolombia sendiri memiliki hubungan dagang yang kuat dengan AS, di mana Kolombia merupakan mitra dagang terbesar bagi AS. Ekspor Kolombia ke AS mencapai 35% dari total pengiriman luar negeri, sementara sekitar 70% impor dari AS merupakan barang yang tidak diproduksi di Kolombia. Dengan tingkat tarif 10% yang diberlakukan Trump sejak memulai jabatannya, Kolombia juga mencatat defisit perdagangan sebesar US$338 juta terhadap AS pada Januari-Juli 2025.

Pemerintah Kolombia di bawah kepemimpinan Petro menyatakan akan mencari dukungan internasional untuk mempertahankan otonomi politik negaranya serta menolak tekanan ekonomi dari Washington. Investasi dari AS di Kolombia pada paruh pertama 2025 mencapai US$2,27 miliar, menandakan 34% dari total investasi asing yang masuk ke negara tersebut. Mata uang peso Kolombia juga mengalami pelemahan sebesar 1,28% menjadi 3.883 peso per dolar AS pada perdagangan Senin.

Source link