Trump Optimis Kesepakatan Dagang China Terjadi Minggu Depan

by -89 Views

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan optimisme dalam mencapai kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping, yang akan mereka diskusikan pada pertemuan pekan depan, tepatnya 30 Oktober 2025. Keyakinan ini muncul setelah para pejabat ekonomi tinggi dari kedua negara mencapai konsensus awal dalam pembicaraan perdagangan yang berlangsung hingga Minggu. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dan negosiator utama Li Chenggang di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur.

Bessent menyatakan bahwa mereka memiliki kerangka kerja yang bagus untuk dibahas oleh para pemimpin pada pertemuan nanti. Isu-isu yang dibahas antara lain pembelian kedelai dan produk pertanian AS, keseimbangan perdagangan, serta upaya mengatasi krisis fentanil di AS yang menjadi dasar pengenaan tarif 20% terhadap produk dari China. Trump, yang tiba di Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN, diharapkan akan bertemu dengan Xi di Korea Selatan pada 30 Oktober sebagai langkah terakhir dalam lawatannya selama lima hari di Asia.

Setelah pertemuan, Trump terlihat optimis dengan kata-kata bahwa mereka akan mencapai kesepakatan dengan China. Sementara itu, Li Chenggang menyatakan bahwa kedua pihak telah mencapai “konsensus awal” dan sedang menjalani proses persetujuan internal masing-masing. Kedua negara berusaha mencegah eskalasi perang dagang setelah ancaman pengenaan tarif baru hingga 100% dari AS terhadap barang-barang China mulai 1 November. Perjanjian gencatan dagang yang berakhir pada 10 November menjadi langkah pertama untuk mencegah perang dagang lebih lanjut.

Diskusi antara AS dan Tiongkok membahas berbagai isu seperti perluasan perdagangan, isu fentanil, biaya masuk pelabuhan AS, logam tanah jarang, TikTok, dan lainnya. Menurut Li, diskusi berjalan “terbuka”, sementara Bessent menyebutnya sebagai “negosiasi yang sangat substansial”. Existensi gencatan dagang yang dapat diperpanjang menunjukkan upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri perang tarif antara AS dan China.

Source link