Kontroversi Erdogan vs Israel: Surat Penangkapan Netanyahu

by -59 Views

Hubungan antara Ankara dan Tel Aviv kembali memanas setelah pemerintah Turki mengumumkan penerbitan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta sejumlah pejabat seniornya atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Langkah mengejutkan yang diumumkan pada Jumat (7/11/2025) itu menjadi eskalasi terbaru dari ketegangan diplomatik antara kedua negara yang selama ini sudah renggang akibat perang di Jalur Gaza.

Dilansir AFP, total ada 37 tersangka yang menjadi target surat penangkapan tersebut menurut kantor kejaksaan Istanbul. Pihak kejaksaan menuduh para pejabat Israel itu telah melakukan “genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan” yang disebut dilakukan secara sistematis terhadap warga sipil di Gaza. Tahun lalu, Ankara bahkan bergabung dalam gugatan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.

Langkah hukum ini tidak hanya memperdalam ketegangan diplomatik, tetapi juga memperlihatkan upaya Turki untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu pengkritik paling keras terhadap operasi militer Israel di Gaza. Sementara itu, pemerintah Israel langsung memberikan reaksi keras terhadap pengumuman dari Ankara. Menteri Luar Negeri Israel menolak tuduhan tersebut secara tegas dan mengecam langkah Turki sebagai aksi propaganda politik. Israel juga menuduh Ankara berusaha memanfaatkan diplomasi regional untuk memengaruhi sikap pro-Israel Washington.

Di sisi lain, kelompok Hamas menyambut baik keputusan Turki tersebut. Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut langkah Ankara sebagai “tindakan terpuji yang menegaskan ketulusan rakyat dan pemimpin Turki dalam menjunjung nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan yang mengikat mereka dengan rakyat Palestina yang tertindas.” Langkah Turki ini diumumkan di tengah gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak 10 Oktober sebagai bagian dari rencana perdamaian regional yang digagas oleh Presiden.

Source link