Lamborghini Temerario Super Trofeo: keunggulan RWD vs kelemahan Hybrid

by -57 Views

Elektrifikasi telah menjadi sesuatu yang harus dilakukan, bahkan bagi Lamborghini. Untuk mematuhi aturan emisi yang semakin ketat, Lamborghini sekarang hanya memasarkan model mobil hibrida. Meskipun begitu, tidak semua model Lamborghini memiliki mesin pembakaran internal yang dipasangkan dengan motor listrik. Mesin balap Lamborghini tetap menggunakan formula tradisional tanpa dibantu oleh tenaga listrik.

Salah satunya adalah Temerario GT3, yang merupakan mesin ICE murni. Namun, model Super Trofeo terbaru juga tidak menggunakan hibridisasi, sehingga Lamborghini telah berhasil mengembangkan versi dengan penggerak roda belakang dari penerus Huracan. Meskipun Lamborghini telah mengisyaratkan kemungkinan adanya edisi khusus RWD yang dapat dikendarai di jalan raya, saat ini konfigurasi tersebut masih eksklusif untuk trek.

Mobil balap Temerario kedua ini dirancang untuk kompetisi Super Trofeo Lamborghini, sebuah kejuaraan one-make yang dimulai pada tahun 2009. Mesin V-8 twin-turbo dalam mobil balap terbaru ini menghasilkan 641 tenaga kuda, lebih sedikit dari mesin mobil jalanan. Tenaga tersebut dikirim ke roda belakang melalui gearbox berurutan enam percepatan.

Selain powertrain non-listrik dan transmisi baru, Temerario Super Trofeo juga memiliki body kit yang lebih agresif dan sayap belakang besar. Lamborghini telah mengonfirmasi bahwa mobil ini dilengkapi dengan roll cage yang terintegrasi dengan FIA dan dasbor Dinamica Infinity. Peningkatan lainnya termasuk sistem kontrol traksi 12 titik yang dapat disesuaikan, knalpot Capristo, filter udara BMC, dan suspensi KW.

Meskipun varian mobil jalanan lebih berat dibandingkan versi GT3, Lamborghini telah mengisyaratkan kemungkinan adanya versi RWD pada masa depan. CEO Lamborghini, Rouven Mohr, juga telah mengindikasikan kemungkinan hadirnya Temerario yang setara dengan Huracan STO. Meskipun Lamborghini telah memberikan sedikit petunjuk tentang model off-road, prioritas utamanya saat ini adalah mengirimkan model produksi reguler. Super Trofeo ini juga tidak akan bersaing di balapan hingga musim 2027.

Source link