Ngayogjazz 2025: Jazz Diundang Mbokmu di Desa Imogiri

by -52 Views

Ngayogjazz 2025, festival musik tahunan yang terkenal di Yogyakarta, akan segera digelar di Desa Imogiri, Bantul. Acara ini tidak digelar di gedung konser megah, namun di tengah suasana pedesaan yang hangat dan bersahaja. Festival musik ini sudah memasuki tahun ke-19 dan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) mulai pukul 13.00 WIB di Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Tema yang diusung oleh panitia untuk tahun ini adalah “Jazz Diundang Mbokmu”, yang merupakan simbol ajakan untuk pulang dan merayakan musik bersama tanpa batas.

Ngayogjazz 2025 menampilkan keberagaman musisi dari dalam negeri dan mancanegara serta komunitas jazz lokal. Antara lain, musisi yang akan tampil adalah Sri Hanuraga, Andre Dinuth, Aditya Ong Quartet, Dion Subiyakto, dan lain sebagainya. Musisi internasional seperti Kevin Saura Group 4Tet, Pasqua Pancrazi, dan lain-lain juga akan turut memeriahkan acara tersebut. Selain itu, komunitas jazz dari berbagai daerah di Indonesia juga akan berpartisipasi dalam festival ini.

Tidak hanya menyuguhkan musik jazz, Ngayogjazz 2025 juga memberikan makna yang lebih dalam. Menurut Panewu Imogiri, Slamet Santosa SIP., M.M, festival ini merupakan wadah kebersamaan yang mempertemukan seniman, pelaku UMKM, dan warga desa dalam satu ruang harmoni. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Pasar Jazz yang menampilkan kuliner khas, kerajinan, dan produk lokal warga Imogiri. Ini menciptakan pengalaman yang khas dan autentik yang tidak hanya berkaitan dengan musik, namun juga dengan keberagaman budaya di Indonesia.

Ngayogjazz 2025 juga melibatkan banyak komunitas kreatif seperti Paguyuban Onthel Djokdjakarta (PODJOK), Komunitas Kopi Nusantara, Gembira Selalu Fotografi, dan komunitas otomotif dan perfilman. Mereka akan menyelenggarakan workshop, pemutaran film, serta klinik kreatif untuk publik. Festival ini tidak memungut biaya masuk, penonton hanya perlu datang dengan hati gembira, menjaga ketertiban, dan menikmati musik bersama. Sebagaimana disampaikan dalam pesan pada gelaran sebelumnya: ‘Ngayogjazz bukan sekadar festival. Ia adalah ibadah budaya yang lahir dari cinta, dilakukan dengan tulus tanpa pamrih.’

Source link