Sebulan Gencatan Senjata Gaza: Pelanggaran Israel Berapa Kali?

by -58 Views

Sebulan setelah deklarasi gencatan senjata di Jalur Gaza, suara ledakan masih terdengar hampir setiap hari. Menurut data Kantor Media Pemerintah di Gaza, Israel tercatat telah melanggar kesepakatan sebanyak 282 kali hanya dalam periode 10 Oktober hingga 10 November. Pelanggaran itu mencakup 124 kali pengeboman, 88 kali penembakan terhadap warga sipil, 12 kali penyerbuan ke permukiman, dan 52 kali penghancuran properti warga. Selain itu, 23 warga Palestina juga ditahan selama periode tersebut. Lembaga tersebut mencatat bahwa Israel tidak hanya menyerang secara militer, tetapi juga menahan bantuan vital dan menghancurkan infrastruktur sipil.

Gencatan senjata ini berawal dari proposal 20 poin yang diluncurkan Amerika Serikat pada 29 September. Dokumen itu bertujuan menghentikan perang, membebaskan tawanan, dan membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan. Namun, perjanjian tersebut dibuat tanpa keterlibatan langsung Palestina dan ditandatangani secara simbolis pada 13 Oktober di bawah pimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Israel dan Hamas tidak hadir dalam penandatanganan itu, menimbulkan keraguan atas efektivitas kesepakatan tersebut.

Serangan Israel tidak berhenti meskipun gencatan senjata berlaku. Analisis media menunjukkan bahwa Israel menyerang Gaza 25 dari 31 hari terakhir. Sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, 242 warga Palestina tewas dan 622 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Serangan paling mematikan terjadi pada 19 dan 29 Oktober, dengan total korban mencapai 154 orang. Data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa hingga 10 November 2025, jumlah korban tewas di Gaza mencapai 69.179 orang, termasuk 20.179 anak-anak, sementara 170.693 orang terluka. Presiden Trump membela tindakan tersebut sebagai respon atas kematian tentara Israel.

Bantuan kemanusiaan yang seharusnya disalurkan ke Gaza tertahan di perbatasan. Menurut Program Pangan Dunia (WFP), hanya setengah dari kebutuhan pangan yang berhasil masuk. Data UN mencatat bahwa baru 3.451 truk bantuan yang tiba hingga awal November, jauh dibawah target 600 truk per hari. Pengemudi truk melaporkan bahwa inspeksi Israel membuat penyaluran bantuan terhambat berhari-hari. Israel juga disebut memblokir lebih dari 350 jenis bahan makanan penting, sementara makanan ringan seperti coklat dan minuman bersoda diizinkan masuk.

Meski serangan terus terjadi, pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel tetap berlangsung sebagian. Pada 13 Oktober, Hamas membebaskan 20 tawanan Israel dengan imbalan 250 tahanan dan 1.700 warga Palestina yang hilang. Hamas juga telah mengembalikan 24 dari 28 jenazah tawanan Israel. Israel menyerahkan kembali 300 jenazah warga Palestina, yang banyak menunjukkan tanda-tanda penyiksaan. Hamas menyatakan bahwa empat jenazah sisanya masih terkubur di bawah reruntuhan akibat pemboman Israel.

Source link