Bollinger Motors, perusahaan pembuat truk listrik B4 Class 4, dikabarkan telah berhenti beroperasi. Pemberitahuan penutupan itu disampaikan melalui email oleh direktur sumber daya manusia perusahaan kepada Detroit Free Press. Dalam email tersebut dijelaskan bahwa perusahaan asal Michigan ini resmi menutup pintunya pada Jumat pekan lalu.
Bollinger Motors dikenal dengan kendaraan pertamanya, yaitu B1 dan B2, meskipun keduanya tidak pernah diproduksi. Perusahaan ini mencapai titik sorotan pada dekade 2010-an dengan desain pickup dan SUV listrik yang unik, tetapi tidak ada satu pun model yang masuk ke tahap produksi. Setelah Mullen Automotive mengakuisisi mayoritas saham perusahaan pada tahun 2022, fokus produksi bergeser ke sasis truk listrik Kelas 4.
Sayangnya, Bollinger Motors mengalami berbagai masalah, termasuk tuntutan hukum dan kesulitan finansial. Pendiri perusahaan, Robert Bollinger, meninggalkan perusahaan dan mengajukan gugatan terhadap Mullen Automotive terkait pinjaman yang diberikan sebesar $10 juta, menyebut perusahaan dalam kondisi bangkrut. Meskipun Mullen kemudian membayar kembali pinjaman tersebut, tantangan lain muncul, termasuk tuntutan dari pemasok seperti Thyssenkrupp dan Metalsa.
Meski divisi truk listrik B4 telah ditutup, Bollinger Innovations, di bawah kepemimpinan CEO Mullen Automotive, masih beroperasi. Namun, puluhan karyawan mengalami tunggakan gaji, dan pihak berwenang di Michigan mempertimbangkan tindakan hukum terhadap produsen mobil listrik tersebut. Meskipun Bollinger Motors akhirnya berhenti beroperasi, CEO Bollinger Innovations berjanji akan menyelesaikan semua kewajiban finansial yang tertunda, menandai akhir dari suatu era yang patut disayangkan.





