NATO-UE Pecah, Negara Menolak Membeli Senjata AS untuk Ukraina

by -69 Views

Italia menolak untuk ikut dalam inisiatif NATO baru yang bertujuan membeli senjata dari Amerika Serikat untuk Ukraina. Hal ini menyebabkan perpecahan di antara negara-negara Eropa terkait dengan dukungan militer dalam situasi perundingan damai yang sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan bahwa Italia tidak akan berkontribusi dalam pendanaan persenjataan tambahan selama proses negosiasi masih berlangsung dan berharap tidak akan ada kebutuhan senjata dalam beberapa bulan ke depan jika gencatan senjata dapat dicapai.

Sikap Italia ini berbeda dengan upaya Uni Eropa yang mempercepat pendanaan bantuan militer bagi Kyiv. Matteo Salvini, Wakil Perdana Menteri Italia, bahkan mengkritik keras wacana penambahan bantuan militer dengan percaya bahwa mengirim lebih banyak senjata tidak akan mengakhiri perang dan justru membuka kemungkinan korupsi baru.

Spanyol, Portugal, dan Hungaria juga termasuk di antara negara-negara UE yang menolak paket militer baru dengan alasan risiko eskalasi dan tekanan anggaran nasional. Meskipun demikian, Komisi Eropa tetap lanjut dengan rencana untuk meningkatkan dukungan militer melalui skema pembiayaan UE, termasuk usulan pinjaman reparasi yang didanai oleh aset Rusia yang dibekukan.

Reaksi Moskow terhadap pengiriman senjata Barat ke Ukraina sangat negatif, dengan Putin menuduh pemimpin UE membesar-besarkan ancaman Rusia demi keuntungan belanja militer dan industri senjata Eropa. Meskipun demikian, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Vladimir Putin dari Rusia menyatakan keduanya ingin mengakhiri konflik tersebut melalui jalur diplomasi.

Source link