Eropa Larang Mobil Bensin, Dorong Mobil Listrik Cina?

by -72 Views

Pasar otomotif global sedang mengalami perubahan besar dengan Cina mempercepat pasar mobil listrik sementara AS mengurangi dukungannya. Di Eropa, tarik-menarik antara melarang mobil bensin dan mengakui kekuatan pasar mobil listrik Cina semakin memanas. Hal ini menyebabkan sejumlah produsen mobil Eropa bersiap-siap untuk menjaga rantai pasokan mereka tetap siap untuk kendaraan bermesin pembakaran internal. Mereka berspekulasi bahwa Uni Eropa mungkin tidak akan menerapkan rencana pelarangan mobil berbahan bakar baru yang dijadwalkan pada tahun 2035. Beberapa merek terkenal seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Stellantis bahkan bersedia untuk terus memproduksi mobil bensin setelah tahun 2035. Namun, hal ini menimbulkan ketidakpastian di industri mobil listrik Eropa, dengan kekhawatiran bahwa gagal melaksanakan larangan tersebut akan membuat pasar otomotif Eropa semakin tertinggal dari Cina. Selain itu, data terbaru menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di AS mulai melambat setelah pencabutan insentif pajak sebesar $7.500. Ini menunjukkan bahwa keterjangkauan menjadi faktor penting dalam permintaan kendaraan listrik. Sebagian besar produsen mobil berinvestasi dalam pengembangan mobil listrik menyusul keyakinan bahwa mobil bensin akan dihapuskan di masa depan. Namun, jika Eropa tidak menegakkan larangan mobil bensin, potensi dampaknya masih menjadi perdebatan. Apa pendapat Anda mengenai hal ini?

Source link