Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memberikan tanggapan terkait kritik publik mengenai keterlambatan distribusi tenda pengungsian di Aceh Tamiang. Ia menyatakan bahwa pengiriman tenda dilakukan segera setelah akses darat terbuka. Suharyanto menjelaskan bahwa tenda baru bisa dipasang setelah jalur darat terbuka dan untuk sementara waktu, bantuan makanan dan kebutuhan dasar diutamakan. Kapasitas helikopter terbatas sehingga menghambat pengiriman tenda secara masif.
Suharyanto juga menegaskan bahwa dalam penanganan bencana, prioritasnya adalah orang-orang yang terdampak. Ia telah melakukan pendataan langsung di lapangan dan mendapati kebutuhan mendesak akan tenda pengungsian dan tenda keluarga. Setelah akses darat terbuka, BNPB intensif dalam mengirimkan bantuan logistik ke wilayah bencana.
Munculnya kritik dari publik mengingatkan BNPB untuk terus meningkatkan respons dan layanan di lapangan. BNPB berkomitmen untuk memperbaiki sistem logistik dan komunikasi guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi tanpa menunggu momen seremonial atau kunjungan pejabat. Sorotan publik ini juga menuntut transparansi dalam distribusi bantuan agar merata dan tepat sasaran.
Dengan adanya klarifikasi dari Suharyanto, diharapkan informasi yang disajikan kepada masyarakat lebih objektif dan akurat. BNPB akan terus berusaha untuk mengatasi kendala dalam penyaluran bantuan serta memastikan bahwa setiap bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan efisien.




