Ketegangan Meningkat antara Negara Tetangga Dekat RI

by -55 Views

Thailand telah mengumumkan kebijakan jam malam di provinsi Trat sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik dengan Kamboja. Pertempuran antar kedua negara ini telah meluas hingga wilayah pesisir di perbatasan yang disengketakan. Konflik ini terjadi dua hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan antara kedua pihak untuk menghentikan pertempuran. Perang ini dimulai sejak bulan Mei ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan, yang kemudian memicu konflik yang menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Mengutip Reuters, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, menyebutkan bahwa bentrokan terus terjadi meskipun Kamboja menyatakan kesiapannya untuk gencatan senjata. Thailand tetap terbuka untuk solusi diplomatik, namun menuntut Kamboja untuk menghentikan permusuhan terlebih dahulu. Pasukan Thailand telah melancarkan operasi untuk menargetkan artileri Kamboja dan menghancurkan jembatan yang digunakan untuk mengirim senjata berat dan peralatan lainnya ke wilayah tersebut.

Kamboja menuduh Thailand menyerang infrastruktur sipil dan dalam responsnya, Thailand memberlakukan jam malam di lima distrik di provinsi Trat yang berbatasan dengan Kamboja. Konflik ini merupakan pertempuran paling sengit sejak Juli dan hanya berakhir setelah mediasi oleh Trump dan Malaysia. Presiden AS mencatat pembicaraannya dengan Perdana Menteri Thailand dan Kamboja yang menyatakan kesepakatan untuk menghentikan penembakan. Meskipun demikian, Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Thailand, bersumpah untuk terus melawan hingga tanah dan rakyatnya aman. Gedung Putih berharap semua pihak akan menghormati komitmen untuk mendukung perdamaian yang langgeng.

Source link