Negara Arab Umumkan Status Darurat 90 Hari: Perang Meletus!

by -45 Views

Situasi Yaman semakin mencekam setelah pemerintah yang diakui internasional mengambil langkah darurat menyusul perebutan wilayah oleh kelompok separatis di selatan negara tersebut. Pada Selasa, Presiden Dewan Kepemimpinan Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan status darurat nasional serta pembatalan perjanjian keamanan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Keputusan tersebut diumumkan bersamaan dengan penerapan blokade udara, laut, dan darat selama 72 jam sebagai respons terhadap masalah ini. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi juga menyatakan telah menyerang pengiriman senjata dari UEA yang ditujukan bagi kelompok separatis di selatan Yaman.

Kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC), yang didukung oleh Abu Dhabi, telah melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah selatan Yaman pada bulan ini. Pasukan STC berhasil menguasai sebagian besar Provinsi Hadramawt dan provinsi tetangganya, Mahrah.

Akibat konflik ini, presiden Alimi memerintahkan pasukan STC untuk menyerahkan wilayah yang mereka kuasai kepada pasukan yang didukung oleh Arab Saudi. Konfrontasi ini berpotensi memperparah kondisi pemerintahan Yaman yang memang sudah rapuh dan terpecah belah.

Eskalasi terbaru ini juga berdampak pada proses perundingan damai dengan kelompok Houthi yang didukung oleh Iran. Bersamaan dengan itu, ketegangan antara sekutu lama dalam konflik Yaman semakin meningkat, mengancam stabilitas dan perdamaian Yaman yang selama ini rapuh.

Source link