Pada Tokyo Motor Show 1991, Toyota memperkenalkan AXV-IV, sebuah kendaraan eksperimental yang menunjukkan bahwa bobot yang rendah tidak mengorbankan performa dan efisiensi. Dengan ukuran yang sangat kecil dan ringan, AXV-IV memanfaatkan panel bodi aluminium, magnesium, dan plastik yang diperkuat serat untuk menjaga bobotnya di bawah 1000 pon. Mesin 0,8 liternya, meskipun tidak kuat, memiliki desain aerodinamis yang dapat mencapai koefisien hambatan 0,30.
Toyota menggambarkan AXV-IV sebagai “komuter pribadi dengan performa dan kenyamanan berkendara yang superior”, meskipun tidak dirancang sebagai mobil sport. Meskipun hanya menjadi konsep, AXV-IV memberikan inspirasi untuk desain masa depan Toyota, seperti lampu belakang RAV4 dan MR2 generasi ketiga. Perjalanan Toyota dalam menciptakan mobil sport yang terjangkau pun masih berlanjut, dengan model-model baru seperti GR GT, Supra, dan sinyal akan kembalinya Celica atau MR2.
Di sisi lain, sejak AXV-IV diluncurkan, hampir semua mobil sport kei telah menghilang, meninggalkan hanya satu model tersisa. Namun, prospek masa depan Toyota dalam menciptakan mobil sport yang terjangkau terlihat cerah, dengan pengembangan mesin bensin 2.0 liter untuk aplikasi bermesin depan dan belakang. Meskipun demikian, dedikasi Toyota dalam membangun mobil bagi para penggemar tetap teguh, seperti yang ditunjukkan oleh konsep S-FR yang diluncurkan pada tahun 2015.
Sementara konsep mobil unik AXV-IV mungkin hanya tinggal sebagai sejarah, warisan dan inspirasinya tetap hidup dalam keluarga Toyota yang terus berkembang, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan mobil yang menggabungkan efisiensi, performa, dan kesenangan berkendara.





