Mode Perlawanan Aktif, AS Mau Rebut Wilayah Negara NATO

by -36 Views

Ketegangan antara Denmark dan Amerika Serikat mencapai puncaknya pada awal tahun 2026. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan penolakannya terhadap upaya Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland dalam pidatonya. Langkah ini dilakukan setelah Presiden AS, Donald Trump menunjuk utusan khusus untuk Greenland, yang memicu reaksi keras dari pihak Denmark.

Dalam pidato resminya, PM Frederiksen mengecam segala bentuk ancaman dan tekanan yang diberikan oleh AS terkait dengan Greenland. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertahan pada prinsip kebenaran dan keadilan, meskipun tidak mencari konflik. Raja Frederik X juga menyuarakan dukungan untuk rakyat Greenland dalam menghadapi situasi sulit ini.

Donald Trump berargumen bahwa AS membutuhkan Greenland karena lokasi strategisnya di Arktik dan potensi sumber daya alamnya yang melimpah. Namun, penunjukan utusan khusus untuk Greenland menimbulkan kemarahan di Kopenhagen, dengan Menteri Luar Negeri Denmark menyebutnya tidak dapat diterima dan memanggil duta besar AS untuk memberikan penjelasan.

Situasi ini membawa hubungan AS-Denmark ke titik terendah dan bahkan dinas intelijen Denmark mengidentifikasi AS sebagai potensi ancaman bagi keamanan nasional mereka. Laporan intelijen tersebut menyoroti penggunaan kekuatan ekonomi dan militer AS untuk memaksakan kehendak mereka, bahkan terhadap sekutu sendiri.

Source link