RI Kilang Minyak Terbesar, Swasta Tak Lagi Impor BBM!

by -52 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi meresmikan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDM) Balikpapan dengan harapan Indonesia akan menjadi mandiri dalam produksi Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama solar. Dengan adanya kilang ini, negara diperkirakan bisa menghemat devisa mencapai Rp 60 triliun dengan mengurangi impor BBM Solar. Selain itu, kilang ini juga akan meningkatkan produksi BBM jenis Bensin dengan nilai RON 92, 95, dan 98. Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa kebutuhan BBM di Indonesia dapat dipenuhi dari kilang tersebut tanpa harus impor.

Dalam upayanya untuk mencapai swasembada energi, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) akan fokus pada peningkatan produksi BBM bensin dan mengurangi ketergantungan pada impor. Bahlil juga menekankan pentingnya konstitusi dalam mengatur produksi dan distribusi BBM untuk kepentingan masyarakat. Selain solar dan bensin, pemerintah berencana mencapai swasembada avtur pada tahun 2027 dengan skema impor minyak mentah untuk diolah di dalam negeri.

Proyek RDMP Balikpapan ini merupakan investasi besar sebesar US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun. Dengan peningkatan kapasitas produksi minyak mentah mencapai 360.000 barel per hari dari sebelumnya 260.000 barel per hari, diharapkan Indonesia dapat memperkuat ketahanan energinya. Proyek ini juga melibatkan peningkatan kapasitas penyimpanan dan distribusi BBM dengan tambahan infrastruktur seperti tangki timbun dan dermaga.

Meskipun langkah untuk mengurangi impor BBM ini berpotensi menimbulkan reaksi negatif di media sosial, Bahlil siap menghadapinya dengan keyakinan bahwa keputusan ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Dengan terus mengembangkan sektor energi, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan menjaga stabilitas harga serta pasokan energi di masa depan.

Source link