Pengisian Daya Cepat Tanpa Merusak Baterai Baru

by -56 Views

Saat membeli mobil listrik (EV) bekas, penting untuk memperhatikan apakah mobil tersebut pernah menggunakan fast charging. Sebab, baterai EV cenderung mengalami penurunan kapasitas lebih cepat jika sering melakukan pengisian cepat DC. Biaya penggantian satu paket baterai pun bisa sangat mahal. Namun, CATL telah menghadirkan baterai terbaru yang diklaim memiliki ketahanan yang lebih baik, termasuk saat secara rutin diisi daya dengan cepat.

Baterai 5C terbaru dari CATL diklaim akan mempertahankan 80% kapasitas setelah 1.400 siklus charge-discharge pada suhu 60°C. Dengan jarak tempuh teoritis 600 km per siklus, baterai ini setara dengan total 840.000 km dalam kondisi yang sangat panas seperti musim panas di Dubai. Di suhu yang lebih ideal, yaitu 20°C, baterai tersebut dapat mempertahankan setidaknya 80% kapasitas setelah 3.000 siklus, atau sekitar 1,8 juta km.

Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pelapisan katoda yang padat dan seragam untuk mengurangi degradasi, aditif perbaikan dalam elektrolit cair, dan agen responsif suhu khusus. Sistem pemantauan baterai (BMS) juga telah ditingkatkan untuk mengarahkan cairan pendingin ke area tertentu pada paket baterai jika suhu terlalu tinggi, secara signifikan memperpanjang masa pakai baterai.

Walaupun CATL belum menjelaskan kapan baterai ini akan masuk produksi, teknologi ini diharapkan mampu mendukung pengisian baterai EV yang semakin bertenaga, bahkan hingga 1 megawatt di China. Dengan teknologi pengisian 5C yang diklaim CATL, diharapkan masa pengisian EV bisa semakin singkat, bahkan mencapai pengisian penuh dalam 12 menit. Sehingga, baterai ini menawarkan kemampuan pengisian yang sangat cepat dengan dampak negatif yang minimal.

Source link