Perang Mendekat: Trump Ancam Iran Dengan Serangan Militer

by

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam Iran bahwa ia siap menggunakan kekuatan militer jika negosiasi tingkat tinggi di Oman tidak mencapai kesepakatan. Meski mengutamakan diplomasi, Gedung Putih tidak akan mentolerir pengembangan kemampuan nuklir oleh Teheran di tengah peningkatan armada perang AS di Timur Tengah. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan pendekatan strategis Presiden dalam menghadapi situasi ini kepada awak media. Leavitt kembali menegaskan tuntutan Trump agar Iran tidak memiliki kemampuan nuklir dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki opsi lain selain diplomasi. Pertemuan di Oman akan menjadi kontak tingkat tinggi pertama sejak April dan bertujuan untuk membahas program nuklir yang menjadi sengketa utama. Meskipun ketegangan meningkat setelah Iran melaporkan pengerahan rudal balistik jarak jauh, upaya diplomasi tetap dijaga. Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengumumkan perubahan doktrin militer Iran menjadi ofensif sebagai respons atas serangan terhadap situs nuklir mereka tahun lalu. Mousavi menjelaskan bahwa Iran siap melancarkan serangan balasan yang menghancurkan jika asetnya diganggu. Meskipun retorika permusuhan meningkat, saluran diplomasi tetap diupayakan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, telah menuju Oman untuk bertemu dengan utusan khusus Trump guna mencapai pemahaman yang adil. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, memperingatkan bahwa Timur Tengah saat ini merupakan ladang ranjau siap meledak. Meskipun demikian, Iran menunjukkan keterbukaan untuk berdialog dengan AS selama pembicaraan berjalan tanpa ancaman atau ekspektasi yang tidak masuk akal.

Source link