Produksi Gas Blok Masela Harus Dimulai Tahun 2029 – Bahlil Ultimatum

by -58 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek minyak dan gas (migas) Lapangan Abadi di Blok Masela harus segera masuk tahap produksi sebelum Pemilihan Presiden 2029. Pemerintah menegaskan bahwa izin akan dicabut jika proyek tersebut tidak berjalan lancar.

Proyek migas yang dikelola oleh perusahaan asal Jepang, Inpex Masela Ltd., sudah dikembangkan selama 26 tahun. Bahlil menekankan pentingnya beroperasinya proyek tersebut dan meminta perusahaan untuk segera memulai proses produksi.

Pihak Inpex telah dipanggil dan diberikan peringatan tegas oleh Bahlil terkait kelancaran proyek Masela. Langkah penegakan ini disebut telah memberikan dampak positif karena proyek Masela sudah masuk tahap tender dengan nilai investasi yang besar.

Produksi Blok Masela harus sudah berjalan sebelum pergantian pemerintahan pada tahun 2029. Proses tender proyek ini sudah dimulai dan diharapkan dapat beroperasi sebelum tahun tersebut.

Lapangan Abadi di Blok Masela memiliki potensi besar sebagai lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia. Kontrak bagi hasil (PSC) Masela ditandatangani pada tahun 1998 dan berpotensi menghasilkan produk LNG dan gas pipa yang signifikan.

Proyek pengembangan lapangan baru ini akan menjadi tantangan besar bagi PHE dan mitra-mitranya, namun juga memberikan peluang besar. Adanya rencana produksi clean LNG dari Blok Masela melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan langkah mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung keberlanjutan energi.

Source link