Reaksi Hamas terhadap Pertemuan Board of Peace Trump di AS

by

Gerakan Islam Palestina Hamas menegaskan bahwa pembahasan mengenai masa depan Jalur Gaza hanya dapat dimulai jika Israel menghentikan sepenuhnya agresi yang telah dilakukan. Hamas juga menuntut pencabutan blokade terhadap wilayah tersebut sebagai syarat utama dimulainya proses politik. Setiap proses politik terkait Jalur Gaza dan masa depan rakyat Palestina harus dimulai dengan penghentian total agresi, pencabutan blokade, dan jaminan atas hak-hak nasional rakyat Palestina, terutama hak atas kebebasan dan penentuan nasib sendiri. Pernyataan ini disampaikan setelah Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar pertemuan perdananya di Washington. Salam pertemuan tersebut, beberapa negara menyatakan komitmen untuk mendukung rekonstruksi Gaza, lebih dari empat bulan setelah tercapainya gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Meskipun demikian, pemerintah Israel menegaskan bahwa pembangunan kembali Gaza tidak dapat dilakukan sebelum Hamas melucuti senjata. Trump juga mengumumkan dukungan pendanaan dari beberapa negara dan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional. Indonesia dipercayakan untuk mengambil peran sebagai wakil komandan pasukan tersebut dalam rencana rekonstruksi Gaza. Keseluruhan rencana ini mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB pada November tahun lalu, meskipun implementasinya masih dihadapkan pada perbedaan pandangan di antara para pihak yang bersangkutan.

Source link