Surat Menteri PANRB Tentang PNS Komcad Militer: Isi Terbaru

by -43 Views

Surat Menteri PANRB yang beredar di publik memperinci keikutsertaan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PNS, sebagai komponen cadangan atau komcad dalam mendukung pertahanan negara. Dalam surat tersebut, terdapat informasi bahwa para ASN diharapkan untuk mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad sebagai bagian dari upaya untuk memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Rini Widyantini, Menteri PANRB, menegaskan bahwa keikutsertaan WNI sebagai komcad adalah wujud pelaksanaan bela negara dan implementasi Asta Cita 2.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan memberikan kesempatan kepada WNI untuk menjadi bagian dari Komcad Nasional, dengan harapan agar pegawai ASN juga turut serta dalam menjalankan peran tersebut. Surat edaran ini juga menetapkan persyaratan bagi pegawai ASN yang ingin mengikuti Latsarmil Komcad, termasuk usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun, kondisi jasmani dan rohani yang sehat, serta tidak memiliki catatan kriminalitas.

Selain itu, surat tersebut juga menjelaskan bahwa pegawai ASN yang lulus seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk uang saku, perlengkapan, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian. Selain itu, keikutsertaan dalam Latsarmil Komcad juga akan memberikan bobot 300 jam pelajaran dalam pengembangan kompetensi ASN.

Dari sisi pengembangan karir, para Pejabat Pembina Kepegawaian atau Komite Talenta dapat memberikan penilaian positif kepada ASN yang ditetapkan sebagai komcad, yang kemudian akan memiliki kesempatan untuk pengembangan karir dan talenta lebih lanjut. Setiap instansi memiliki kuota tersendiri untuk Komcad, yang akan dibagi dalam dua gelombang pelatihan.

Meskipun surat edaran ini telah beredar di publik, pihak Kementerian PANRB belum memberikan konfirmasi resmi terkait hal ini. Namun, Karo Infohan Setjen Kemhan Rico Ricardo Sirait telah mengonfirmasi bahwa sekitar 4.000 ASN akan dilatih menjadi Komcad dengan kesukarelaan sebagai syarat utama. Pelatihan direncanakan akan dimulai pada April 2026 dan akan dilakukan dalam dua gelombang, masing-masing dengan jumlah peserta yang telah ditentukan.

Source link