AS Ngamuk ke Israel Pasca Hajar Depot BBM Iran: Analisis dan Reaksi

by

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan mulai merenggang setelah serangan udara Tel Aviv yang menargetkan puluhan depot bahan bakar di Iran. Serangan massif ini memicu ketegangan besar pertama antara kedua sekutu tersebut sejak mereka memulai konflik dengan Republik Islam Iran beberapa hari lalu. Washington merasa dikecewakan oleh skala operasi Israel yang jauh melampaui koordinasi awal.

Puluhan depot bahan bakar di berbagai wilayah di Iran, termasuk di Teheran, diserang pada Sabtu yang mengakibatkan kebakaran besar dan asap tebal terlihat dari jarak jauh. Pejabat AS mengungkapkan bahwa serangan tersebut jauh lebih besar dari yang diperkirakan oleh Washington setelah Israel memberikan notifikasi awal kepada AS.

Seorang pejabat AS menyatakan bahwa para petinggi militer AS sangat terkejut dengan skala serangan tersebut. Salah satu pejabat senior bahkan menyebut operasi penghancuran infrastruktur sipil sebagai sesuatu yang tidak bijaksana. Hal ini membuat Gedung Putih khawatir bahwa tindakan Israel itu bisa memiliki dampak negatif secara strategis.

Israel sendiri merespons bahwa depot bahan bakar yang diserang digunakan oleh pemerintah Iran untuk pasokan bahan bakar ke berbagai sektor, termasuk militer. Namun, kekhawatiran AS terbukti dengan gejolak di pasar energi global akibat kebakaran hebat di depot tersebut.

Presiden Donald Trump secara terang-terangan menentang serangan yang merusak infrastruktur minyak serta ingin menghindari kenaikan harga bahan bakar. Dampak dari ketegangan AS-Israel ini langsung terasa di pasar komoditas dengan lonjakan harga minyak dunia lebih dari 20% pada perdagangan awal pekan.

Penyebab harga minyak melambung tersebut adalah kekhawatiran akan gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang mulai dihindari oleh kapal-kapal tanker. Sentimen negatif dari konflik ini merembet ke pasar saham global, dengan berbagai indeks seperti Nikkei Jepang dan pasar Korea Selatan merosot, serta S&P 500 dan Nasdaq di Amerika Serikat juga terkena dampaknya.

Source link